Rabu, 01 Mei 2013


Ini Kalender Event Festival Danau Lut Tawar 2013

Festival Danau Lut Tawar
Takengon | Lintas Gayo - Serangkaian even budaya, wisata, olahraga dan lingkungan digelar Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah melalui Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) dalam tahun 2013 ini.
Event-event tersebut dikemas dalam Festival Danau Lut Tawar yang merupakan bagian dari pencanangan Visit Aceh Year 2013.
Kepada wartawan, Rabu 10 April 2013, Kadisbudparpora Aceh Tengah, Drs. Karimansyah, I, SE, MM, menjelaskan rangkaian kegiatan tersebut digelar dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan ke Aceh Tengah, baik wisatawan nusantara maupun manca negara.
Dengan even ini, diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dari sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Kata Karimansyah.
“Pendapatan Asli Daerah tentu akan meningkat seiring dengan semakin bergairahnya usaha kepariwisataan di daerah ini,” kata dia.
Adapun rangkaian kegiatan tersebut ditetapkan oleh Bupati Aceh Tengah dengan nomor surat keputusan 550/183/Disbudparpora/2013 dengan rincian kegiatan antara lain, Festival Didong Jalu (Mei-Juli), Gerakan Massal Pembersihan Danau Lut Tawar dan Lomba Desa Sapta Pesona (28 April 2013).
Di bulan Mei dijadwalkan ada Pentas Seni Budaya Lut Tawar (22-26 Mei 2013), Lomba Perahu Tradisional Gayo (25-26 Mei 2013), Pacuan Kuda di Danau Lut Tawar (25-26 Mei 2013).
Selanjutnya Pemilihan Duta Wisata (13-15 Juni 2013), Lomba Pancing Ikan (14-15 Juni 2013), Festival Panen Padi (29-30 Juni 2013), Lomba Foto Budaya dan Wisata “Gayo dalam Bingkai” (29-30 Juni 2013) dan Gebyar Kreatifitas Perempuan Gayo direncanakan pada minggu ketiga bulan Juni 2013 berbarengan dengan pameran Teknologi tepat Guna (TTG) se-Aceh di Takengon.
Selanjutnya selama bulan Ramadhan akan digelar Ramadhan Fair, dilanjutkan dengan Inilah Gayo 4 (11 Agustus 2013), Pacuan Kuda memperingati Kemerdekaan RI (19-24 Agustus 2013), Gebyar Kemah Sapta Pesona (23-26 Agustus 2013).
Pada bulan September akan digelar Lut Tawar MTB Challenge 2013 (25–29 September 2013) disusul Festival Permainan Tradisional (7-8 September 2013).
Bulan berikutnya ada Lomba Renang Tradisional Perairan Terbuka (20 Oktober 2013), dan berlanjut dengan Festival Kopi Arabika Gayo pada 20-23 Nopember 2013.
Sebelumnya, pada bulan Februari telah digelar Karnaval Budaya dan Takengon Award yang disusul dengan Pacuan Kuda di Belang Bebangka serta lomba Burung Berkicau. Even ini diadakan dalam memeriahkan peringatan Hari Jadi Kota Takengon ke-436.
Untuk informasi lebih lanjut dapat diakses di website www.disbudparpora.acehtengahkab.go.id atau www.wisataacehtengah.com.
“Kita berharap seluruh kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik sesuai tujuan dan tidak terjadi pergeseran jadwal,” demikian Kadisbudparpora, Karimansyah. (LG003)
kalender-even-Festival-Danau-Lut-Tawar-2013

Kamis, 21 Maret 2013

PENDAPAT MEREKA TENTANG KOPI GAYO

Turis Belanda : Kopi Gayo Luar Biasa Enaknya

Wisata Kebun Kopi Arabika Gayo--para bule Belanda ini sangat menyukai wisata kopi dan alam gayo serta keramahan penduduknya (Lintas Gayo | Win.RB)
Takengon | Lintas Gayo - Turis asal Belanda, masing-masing Will, Annemiels, Yantin serta Holis mengatakan bahwa kopi arabika gayo yang mereka minum, luar biasa. ‘The best coffee in the world”, kata Will seraya mengacungkan jempolnya.
Pernyataan itu dikemukakan turis Belanda ini setelah seharian berkeliling gayo dengan menggunakan sepeda gunung yang dipandu Tardi, Guide asal Banda Aceh dari Pelagisindo yang selama ini telah ‘menjual” keindahan gayo sejak tahun 2009.

TIPS MENJADI ORANG BERKEPRIBADIAN BAIK




Tips – Menjadi orang berkepribadian baik
Sekedar tips buat teman-teman agar bisa memiliki banyak teman yaitu dengan memiliki kepribadian yang baik. Nah, sekarang bagaimanakah caramenjadi yang memiliki kepribadian baik tersebut, yaitu dengan merubah kepribadian kita sehingga mudah di senangi oleh orang lain dan memiliki banyak teman.
Mungkin ini dapat
 membantu sedikit agar tema-teman dapat berubah menjadi lebih baik
1.ROYALAH DALAM MEMBERI SEBUAH PUJIAN
Pujian itu seperti air segar yang bisa menawarkan rasa haus manusia akan penghargaan. Dan kalau Anda selalu siap membagikan air segar itu kepada orang lain, Anda berada pada posisi yang strategis untuk disukai oleh orang lain. Caranya? Bukalah mata lebar-lebar untuk selalu
 melihat sisi baik pada sikap dan perbuatan orang lain. Lalu pujilah dengan tulus. Walau orang tersebut melakukan kesalahan tetapi dengan memberikan pujian maka kita akan di sukai

AGAR TIDAK MENJADI ORANG PELUPA



1. Pastikan Anda Sarapan
Dengan memakan makanan yang tepat saat sarapan, Anda dapat menjaga sel-sel otak agar tetap sehat. Selain itu, sarapan yang mengandung omega 3, protein, dan serat juga mencegah risiko pikun karena usia. Beberapa makanan yang bisa dipilih adalah, yogurt dengan buah-buahan atau sandwich berisi telur.

2. Tidur Nyenyak & Berkualitas
"Tidur telah diketahui memainkan peran penting dalam konsolidasi kemampuan persepsi," ujar Pearson. Sebuah penelitian menemukan, orang yang tidak tidur setelah melakukan pelatihan, gagal menunjukkan kemampuannya dalam tugas komputer. Oleh karena itu, tidurlah dengan cukup dan berkualitas jika Anda tak ingin menjadi pelupa.

3. Sering Berolahraga
Sebuah tim penelitian dari University of Illinois' Beckman Institute, baru-baru ini menemukan bahwa latihan aerobik dapat meningkatkan serta mempertajam kecepatan berpikir dan volume aktual jaringan otak. Selain itu, berjalan kaki cepat selama 50 menit sebanyak tiga kali dama seminggu dipercaya dapat meningkatkan kualitas otak seseorang.

4. Hindari Mengunyah Permen Karet
Peneliti dari Cardiff University, Inggris mengungkapkan bahwa mengunyah permen karet sebenarnya dapat merusak memori jangka pendek Anda. Ganti permen karet dengan makan yang dapat meningkatkan memori. Misalnya, buah beri, apel, tofu, bayam dan daging merah.

DATARAN TINGGI GAYO

Dataran tinggi Gayo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
On the top of mount kemiri.jpg
Dataran Tinggi Gayo adalah daerah yang berada di salah satu bagian punggung pegunungan Bukit Barisan yang membentang sepanjang Pulau Sumatera. Secara administratif dataran tinggi Gayo meliputi wilayah Kabupaten Aceh Tengah dan kabupaten Bener Meriah serta kabupaten Gayo Lues. Tiga kota utamanya yaitu Takengon, Blang Kejeren dan Simpang Tiga Redelong.
Jalan yang menghubungkan ketiga kota ini melewati daerah dengan pemandangan yang sangat indah. Pada masa lalu daerah Gayo merupakan kawasan yang terisolir sebelum pembangunan jalan dilaksanakan di daerah ini. Mata pencarian masyarakat Gayo pada umumnya adalah bertani dan berkebun antara lain padi, sayur-sayuran, kopi dan tembakau. Kegiatan perkebunan kopi dan tembakau dilakukan dengan membuka wilayah hutan yang ada di wilayah ini.
Pada umumnya mayarakat di Aceh, orang Gayo juga dikenal karena sifat mereka yang sangat menentang segala bentuk penjajahan dan daerah ini dulu dikenal sebagai kawasan yang sangat menentang pemerintahan kolonial Belanda. Masyarakat Gayo adalah penganut Agama Islam yang kuat. Masyarakat di Gayo banyak yang memelihara kerbau, sehingga ada yang mengatakan jika melihat banyak kerbau di Aceh maka orang itu pasti berada di Gayo.
GayoLand The word comes from the Gayo: "Pegayon" means the place where the crystal clear spring water where the fish are holy (clean) and crab. Gayo culture has existed since man settled Gayo Gayo highlands region and began to flourish in the first century kingdom Linge XM (IV century). Covering aspects of kinship, social community, government, agriculture, arts and others. Customs as an element of the principle cultures Gayo sacred mupakat behu berdedele (glory for consensus, emboldened by joint), tapered glass gelngan song, bulleted umut song, unison song re, stacking track belo (united firm), lives pelok sara, sara ratip Anguk (Konta inner). And many more words that symbol means togetherness and cohesion.

DIDONG



Arita Didong Group
Didong adalah sebuah kesenian rakyat Gayo yang memadukan unsur tari, vokal, dan sastra. Didong dimulai sejak zaman Reje Linge XIII. Kesenian ini diperkenalkan pertama kali oleh Abdul Kadir To`et. Kesenian didong lebih digemari oleh masyarakat Takengon dan Bener Meriah.

Daftar isi

PACUAN KUDA GAYO

SEKILAS SEJARAH PACUAN KUDA GAYO SEBAGAI TRADISI PESTA RAKYAT GAYO

kudaKabupaten Aceh Tengah dengan ibukotanya Takengon yang dikenal dengan berbagai sebutan diantaranya “Negeri Diatas Awan”, “Dataran Tinggi Tanoh Gayo” dan “Negeri Antara”. Dinegeri ini berlangsung pesta rakyat gayo tahunan yang menampilkan pacuan kuda tradisional gayo. Tanpa perlu promosi dan  tanpa perlu komando, secara serentak masyarakat yang mendiami dataran tinggi tanoh gayo pada waktu tersebut turun membanjiri kota Takengon. Menyaksikan pesta rakyat gayo dengan even pacuan kuda tradisional gayo berlangsung selama sepekan. Kalau selama ini mereka hanya berkutat di lahan-lahan pertanian yang menjadi tempat mata pencaharian, maka saat sekaranglah waktunya berleha-leha menikmati hiburan tahunan. Uniknya kuda-kuda yang dipacu masa itu adalah kuda yang juga berfungsi sebagai pembajak sawah. Tempat yang dipilih waktu itu sebagai lokasi pacuan kuda adalah Gelenggang Musara Alun, persis terletak dijantung kota Takengon ibukota Kabupaten Aceh Tengah. Kondisi lintasan tampak sangat bersahaya. Disepanjang lintasan yang dibuat melingkar, hanya dibatasi oleh rotan. Pacuan kuda tradisional gayo merupakan sebuah even yang berlangsung tiap tahun. Peristiwa ini adalah bagian dari peringatan  hari ulang tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Perhatian masyarakat bertumpu seluruhnya ke arena pacuan ini. Rasanya ada yang belum lengkap kalau masyarakat belum menyakasikan acara ini. Sebuah   pesta rakyat gayo !!!
Dari Ratu Belanda
kuda7kuda1kuda3




  
Even pacuan kuda tradisional gayo yang dilaksanakan sekarang ini merupakan kelanjutan tradisi yang telah dilakukan masyarakat dimasa silam.  Sebagai sebuah warisan sejarah, peristiwa ini berlangsung setiap tahun. Dulu acara pacuan kuda di selenggarakan selepas panen padi. Masyarakat suatu kampung kemudian berkumpul pada sebuah lapangan. Kuda-kuda yang dipacu itu adalah kuda pembajak sawah. Pada momentum tersebut, sebagai sebuah hiburan, kuda-kuda itu dipacu. Waktu itu belum ada lintasan khusus, dan finish di perbatasan sungai. Lingkupnya pun kecil-kecilan dan lomba antar kampung. Namun dalam dekade selanjutnya, event ini kemudian memasuki babak sejarah baru, setelah pemerintah kolonial Belanda masuk. Tepatnya sejak tahun 1926 lomba pacuan kuda lomba pacuan kuda mulai di garap khusus. Oleh pihak kolonial acara ini dimasukan sbagai mamperingati hari ulang tahun Ratu Belanda Willhelmina. Berangkat dari peristiwa monumental inilah, selanjutnya pihak Belanda mengkontinyuitaskan penyelenggaraan pacuan kuda sebagai bagian dari pesta kerajaan. Babakan sejarah seterusnya bergerak lain. Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 memproklamasikan kemerdekaannya. Seiring dengan itu, cerita mengenai pacuan kuda juga berubah. Artinya, penyelengaraannya tidak lagi dikaitkan dengan hari ulang tahun Ratu Willhelmina, melainkan bergeser menjadi peringatan Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Sebagai suatu refleksi rasa suka cita rakyat gayo terhadap Kemerdekaan Republik Indonesia. Dan penyelenggaraan pun di tetapkan tiap tanggal 18 Agustus sehari  setelah peringgatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesai. Sejak itulah, atraksi pacuan kuda menjadi tak terpisahkan dengan hari kemerdekaan. Event tersebut di anggap sebagai ungkapan kegembiraan atas keberhasilan Indonesia membebaskan diri dari belenggu penjajah. Atraksi pacuan kuda lalu di padukan acara kesenian Didong Jalu dan olahraga sepak bola, lomba perahu dan lomba berenang yang berlangsung di Danau Laut Tawar. Boleh disebut inilah momentum paling kolosal bagi penyelenggaraan pesta rakyat gayo di dataran tinggi tanoh gayo. Pacuan kuda di Takengon rada unik. Di samping kuda-kuda yang di pacu adalah kuda pembajak sawah, juga joki-jokinya pun terhitung anak-anak, rata-rata berusia 10 -15 tahun. Remaja kecil ini berlatih  menunggang  kuda secara otodidak. Maksudnya mereka belajar naik kuda dari kuda-kuda miliknya masing-masing. Bisa jadi, anak-anak yang di piawai menunggang kuda memiliki nilai kebanggaan tersendiri. Sebab konon, ukuran kejantanan seorang laki-laki di buktikan dari bisa tidaknya sang anak menunggangi kuda yang tanpa di lengkapi perangkat pelana. Dan tak heran bila, anak-anak remaja di Tanoh Gayo sangat berhasat mempertontonkan kebolehannya dalam arena pacuan kuda yang dilangsungkan tiap tahun itu. Sering pula para joki kecil itu mendapat cedera, lantaran terjatuh dalam pacuan kuda tanpa pelana tersebut.
Memacu Kuda Tanpa Pelana
Tanpa rasa was-was atau takut, lima remaja berusia 15 tahun mengenakan celana pendek dan baju kusam dan bertelanjang kaki, dengan sigap melompat ke atas punggung kuda masing-masing. Hewan itu tak dilengkapi pelana, seperti layaknya kuda pacu. Cuma sebuah tali kekang menjulur dari belahan bibir kuda tersebut. Di tangan masing-masing anak yang masih siswa SMP itu tergenggam lecutan rotan. Kelima kuda ini mengambil ancang-ancang si garis start. Sementara ribuan pengunjung tampak mengelu-elukan kuda andalannya. Dan gemuruh sorak tiba-tiba “meledak” keras bersamaan dengan dikibarkannya bendera start. Maka bagai anak panah yang lepas dari busur, kuda-kuda yang “dikemudikan” para bocah ingusan itu melesat cepat pada lintasan yang hanya di batasi dengan pagar rotan di lapanggan Gelanggang Musara Alun Takengon. Tapi tiba-tiba baru setangah putaran, seekor kuda terjungkal. Si joki kecil terpelanting. Penonton menahan nafas. Tapi tak lama berselang karena sikap jantan dan keberanian yang luar biasa, sang joki bangkit dan memacu kudanya kembali. Tak tampak dari wajah sedikit pun rasa sakit atau keluhan. Bahkan sebaliknya seperti tersangsang bangkit dan melanjutkan permainan. Agaknya atraksi ini juga menjadi ajang mempertontonkan kejantanan anak laki-laki. Dia mesti kuat dan terlihat gagah bersama kuda jantannya. Bersamaan dengan itu gemuruh penonton tak henti menyemanggati si joki. Pemandangan agar dramatik itulah yang menjadi bagian dari pertunjukan pacuan kuda tradisional gayo di dataran tinggi tanoh gayo yang berlangsung selama sepekan sekali di awali tanggak 18 Agustus. Ratusan kuda bertanding dalam arena ini. Kuda yang di pacu terbagi tiga kategori. Kuda muda (5 tahun ke bawah), kuda dewasa (5-7 tahun), dan kuda tua (8-10 tahun). (Sumber Depparpostel Daerah Istimewa Aceh)

TENTANG GAYO

Sejarah

Pada abad ke-11, Kerajaan Linge didirikan oleh orang-orang Gayo pada era pemerintahan Sultan Makhdum Johan Berdaulat Mahmud Syah dari Kesultanan Perlak. Informasi ini diketahui dari keterangan Raja Uyem dan anaknya Raja Ranta yaitu Raja Cik Bebesan dan dari Zainuddin yaitu dari raja-raja Kejurun Bukit yang kedua-duanya pernah berkuasa sebagai raja di era kolonial Belanda.
Raja Linge I, disebutkan mempunyai 4 orang anak. Yang tertua seorang wanita bernama Empu Beru atau Datu Beru, yang lain Sebayak Lingga (Ali Syah), Meurah Johan (Johan Syah) dan Meurah Lingga (Malamsyah).
Sebayak Lingga kemudian merantau ke tanah Karo dan membuka negeri di sana dia dikenal dengan Raja Lingga Sibayak. Meurah Johan mengembara ke Aceh Besar dan mendirikan kerajaannya yang bernama Lam Krak atau Lam Oeii atau yang dikenal dengan Lamuri atau Kesultanan Lamuri. Ini berarti Kesultanan Lamuri di atas didirikan oleh Meurah Johan sedangkan Meurah Lingga tinggal di Linge, Gayo, yang selanjutnya menjadi raja Linge turun termurun. Meurah Silu bermigrasi ke daerah Pasai dan menjadi pegawai Kesultanan Daya di Pasai. Meurah Mege sendiri dikuburkan di Wih ni Rayang di Lereng Keramil Paluh di daerah Linge, Aceh Tengah. Sampai sekarang masih terpelihara dan dihormati oleh penduduk.
Penyebab migrasi tidak diketahui. Akan tetapi menurut riwayat dikisahkan bahwa Raja Linge lebih menyayangi bungsunya Meurah Mege. Sehingga membuat anak-anaknya yang lain lebih memilih untuk mengembara.[1]

Dinasti Lingga

  1. Adi Genali Raja Linge I di Gayo
    1. Raja Sebayak Lingga di Tanah Karo. Menjadi Raja Karo
    2. Raja Meurah Johan (pendiri Kesultanan Lamuri)
    3. Meurah Silu anak dari Meurah Sinabung (pendiri Kesultanan Samudera Pasai), dan
  2. Raja Linge II alias Marah Lingga di Gayo
  3. Raja Lingga III-XII di Gayo
  4. Raja Lingga XIII menjadi Amir al-Harb Kesultanan Aceh. Pada tahun 1533 terbentuklah Kerajaan Johor baru di Malaysia yang dipimpin oleh Sultan Alauddin Mansyur Syah. Raja Lingga XIII diangkat menjadi kabinet di kerajaan baru tersebut. Keturunannya mendirikan Kesultanan Lingga di kepulauan Riau, pulau Lingga, yang kedaulatannya mencakup Riau (Indonesia), Temasek (Singapura) dan sedikit wilayah Malaysia.
Raja-raja di Sebayak Lingga Karo tidak terdokumentasi. Pada era Belanda kembali diangkat raja-rajanya tapi hanya dua era
  1. Raja Sendi Sibayak Lingga (pilihan Belanda)
  2. Raja Kalilong Sibayak Lingga

Kehidupan sosial

Rumah Adat Gayo Pitu Ruang
Masyarakat Gayo hidup dalam komuniti kecil yang disebut kampong. Setiap kampong dikepalai oleh seorang gecik. Kumpulan beberapa kampung disebut kemukiman, yang dipimpin oleh mukim. Sistem pemerintahan tradisional berupa unsur kepemimpinan yang disebut sarak opat, terdiri dari reje (raja), petue (petua), imem (imam), dan rayat (rakyat).
Pada masa sekarang beberapa buah kemukiman merupakan bagian dari kecamatan, dengan unsur-unsur kepemimpinan terdiri atas: gecik, wakil gecik, imem, dan cerdik pandai yang mewakili rakyat.
Sebuah kampong biasanya dihuni oleh beberapa kelompok belah (klan). Anggota-anggota suatu belah merasa berasal dari satu nenek moyang, masih saling mengenal, dan mengembangkan hubungan tetap dalam berbagai upacara adat. Garis keturunan ditarik berdasarkan prinsip patrilineal. Sistem perkawinan yang berlaku berdasarkan tradisi adalah eksogami belah, dengan adat menetap sesudah nikah yang patrilokal (juelen) atau matrilokal (angkap).
Kelompok kekerabatan terkecil disebut sara ine (keluarga inti). Kesatuan beberapa keluarga inti disebut sara dapur. Pada masa lalu beberapa sara dapur tinggal bersama dalam sebuah rumah panjang, sehingga disebut sara umah. Beberapa buah rumah panjang bergabung ke dalam satu belah (klan). Pada masa sekarang banyak keluarga inti yang mendiami rumah sendiri. Pada masa lalu orang Gayo terutama mengembangkan mata pencaharian bertani di sawah dan beternak, dengan adat istiadat mata pencaharian yang rumit.
Selain itu ada penduduk yang berkebun, menangkap ikan, dan meramu hasil hutan. Mereka juga mengembangkan kerajinan membuat keramik, menganyam, dan menenun. Kini mata pencaharian yang dominan adalah berkebun, terutama tanaman kopi. Kerajinan membuat keramik dan anyaman pernah terancam punah, namun dengan dijadikannya daerah ini sebagai salah satu daerah tujuan wisata di Aceh, kerajinan keramik mulai dikembangkan lagi. Kerajinan lain yang juga banyak mendapat perhatian adalah kerajinan membuat sulaman kerawang dengan motif yang khas.

Seni Budaya

Kubur tradisional orang Gayo
Suatu unsur budaya yang tidak pernah lesu di kalangan masyarakat Gayo adalah kesenian, yang hampir tidak pernah mengalami kemandekan bahkan cenderung berkembang. Bentuk kesenian Gayo yang terkenal, antara lain tari Saman dan seni bertutur yang disebut Didong. Selain untuk hiburan dan rekreasi, bentuk-bentuk kesenian ini mempunyai fungsi ritual, pendidikan, penerangan, sekaligus sebagai sarana untuk mempertahankan keseimbangan dan struktur sosial masyarakat. Di samping itu ada pula bentuk kesenian seperti tari Bines, tari Guel, tari Munalu, sebuku/pepongoten, guru didong, dan melengkan (seni berpidato berdasarkan adat).
Dalam seluruh segi kehidupan, orang Gayo memiliki dan membudayakan sejumlah nilai budaya sebagai acuan tingkah laku untuk mencapai ketertiban, disiplin, kesetiakawanan, gotong royong, dan rajin (mutentu). Pengalaman nilai budaya ini dipacu oleh suatu nilai yang disebut bersikemelen, yaitu persaingan yang mewujudkan suatu nilai dasar mengenai harga diri (mukemel). Nilai-nilai ini diwujudkan dalam berbagai aspek kehidupan, seperti dalam bidang ekonomi, kesenian, kekerabatan, dan pendidikan
Sumber dari nilai-nilai tersebut adalah agama Islam serta adat setempat yang dianut oleh seluruh masyarakat Gayo.

TIPS CARA BELAJAR EFEKTIF

Banyak pelajar yang mengeluh terhadap nilainya yang jeblok, hal ini tidak terlepas dari susahnya mencari cara belajar yang baik dan efisien. Kebiasaan kita belajar akan berdampak besar pada sukses atau tidaknya hasil pembelajaran.Ada yang biasa-biasa saja tapi sukses dalam prestasi belajarnya, ada yang memang giat dan rutin dalam belajar dengan sungguh-sungguh. Akan tetapi yang pertama sangat jarang terjadi, justru kebiasaan belajar yang kedualah yang efektif. Inilah 10 tip dan trik sebagai panduan belajar efektif agar bisa meraih prestasi.
1. Jangan paksa belajar  pada satu kegiatan
Bagi warga belajar yang istiqomah (rutin) belajar, ia akana meluangkan waktu setiap hari meskipun sebentar untuk mengulang pelajaran, latihan atau sekedar membaca materi pokok pelajaran. Kebiasaan ini sangat baik, jika dilakukan setiap hari. Hal itu, lebih baik ketimbang belajar satu sesi menjelang ujian, atau semester. seperti kata pepatah: “Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit.”
2. Saat mau belajar memiliki rencana
Rencana belajar maksudnya adalah memiliki jadwal-jadwal belajar di luar sekolah. Buatlah jadwal belajar harian, mingguan jam demi jam. Lalu usahakan dengan tegas, dan tepati semua jadwal yang kamu buat. Bagi warga belajar yang tidak teratur, biasanya tidak sebagus yang memiliki rencana dan rutin belajar.
3. Tepati rencana belajar sebagai kebiasaan
Memiliki jadwal belajar itu bagus, yang terpenting dari itu adalah meneptai kegiatan jadwal belajar itu sesuai waktu yang ditetapkan dengan rutin dan menjadi kebiasaan. Misalnya, setiap malam jam 20.00 – 21.00 Wib. Nah, jika ini rutin dilakukan, maka kamu akan lebih fokus dan menikmati proses belajar sebagai bagian dari jam tubuh kamu seperti juga makan dan ibadah. Dampak dari semuanya, secara psikologis akan lebih tenang, fresh dan percaya diri serta lebih produktif.
4. Memiliki tujuan khusus di setiap kegiatan belajar
Tujuan khsusu dalam setiap sesi belajar itu maksudnya agar saat mau belajar sudah siap mau menyelesaikan problem apa, atau hendak memahami sesuatu yang dicari. Nah, dengan demikian, cobalah kamu mengatur tujuan belajar yang kamu lakukan itu setiap hari secara spesifik pada masalah yang telah disusun. Ini akan membantu sekali pada keseluruhan topi pelajaran yang diajarkan di sekolah.
5. Sekali-kali jangan menunda belajar
Kebanyakan pelajar (warga belajar) ada yang suka dan tidak suka dalam mata pelajaran. Dampaknya, jika kamu tidak suka dengan pelajaran tersebut akan mudah menunda belajar, dan lebih memilih kegiatan lain.
Nah, warga belajar yang berhasil, biasanya tidak pernah menunda sesi belajar meski sibuk sekalipun. Jika kamu melakukan penundaan, maka masalah akan bertumpuk-tumpuk dan ini menjadi penyebab kegagalan dalam belajar. Jadi, sekali-kali jangan menunda belajar!
6. Dahulukan pelajaran yang paling sulit
Karena pelajaran yang sulit butuh konsentrasi tinggi, usaha dan mental pelajar, maka dahulukan dan jadikan perhatian yang utama. Nah, jika kamu memulai dengan yang sulit-sulit, percaya atau tidak, ini akan mengantarkan kamu menjadi pelajar yang meningkat dan sangat akan sangat efektif bagi kelangsungan pembelajaran kamu.
7. Selalu mengulang catatanmu sebelum mulai mengerjakan tugas
Pastikan kamu mengulang atau membaca terlebih dahulu catatan yang dimiliki sebelum mengerjakan tugas. Karena itu, buatlah catatan yang baik selama mengikuti pelajaran di kelas. Karena hal ini akan membantu untuk menyelesaikan pekerjaan atau tugas yang harus diselesaikan. Jadi, pastikan kamu tahu persis bagaimana mengerjakan tugas utama itu dengan benar.
8. Jangan biarkan ada gangguan selama belajar
Hal yang bisa menenangkan itu perlu dicari. Karena itu, carilah tempat belajar yang aman dari gangguan. Sebab, saat kamu terganggu, maka ini akan mengganggu konsentrasi belajar dan ini sungguh mengganggu beljar kamu.
9. Ikuti belajar kelompok dengan efektif
Percaya atau tidak, belajar kelompok dengan efektif akan membawa banyak keuntungan. Seperti mendapat bantuan teman, menyelesaikan tugas dengan cepat, memahami konsep dengan tepat dan bisa berbagi pengetahuan dengan teman-teman lainnya. Masih ingatkah pepatah, “Dua kepala lebih baik daripada satu kepala?”. Jadi, gunakan pepatah ini untuk belajar. Lalu mana kelompok belajar yang tidak efektif? yaitu mereka yang minim dari persiapan dan strategi belajar.
10. Catat ulang setiap tugas, dan materi setiap minggu terakhir
Ada pengalaman yang bagus dari kebiasaan para pelajar yang sukses yaitu mereka selalu setiap akhir pekan mengulang catatannya. Kenapa begitu? Karena dengan mengulang catatan setiap akhir minggu, maka satu sisi dia lebih menguasai pelajaran selama seminggu, dan akan mempersiapkan materi apa saja yang belum dikuasai pada minggu berikutnya sehingga kamu akan lebih siap menerima konsep-konsep baru dalam pelajaran pada minggu berikutnya.